Bookmark and Share
Selasa   27 Juli 2010
Sat Pol PP Jaring Perempuan Duktang
Merasa dituding lemah dalam penegakan perda Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Jembrana kembali tunjukan geliatnya, kemarin Senin, (26/7) melakukan operasi kelengkapan administrasi kependudukan dalam operasi yang dilakukan tengah malam Sat Pol PP berhasil mengamankan 10 orang perempuan yang tidak dapat menunjukan identitas kependudukan yang berlaku di Kabupaten Jembrana barupa KTP dan KIPEM.

Diamankan dari tempat kerjanya café Er Pico yang terletak dipinggiran kota di kawasan persawahan pinggiran Desa Baluk.

Masih nampak wajah-wajah lama yang terjaring dalam opersi kependudukan dengan dalih belum sempat mengurus surat kelengkapan administrasi kependudukan , di depan petugas, “Kemarin kan hari minggu tidak ada kantor buka dalihnya dengan memelas, ujar Rohayati perempuan asal Bandung. Ketika ditemui di Kantor Sat Pol PP Kab. Jembrana bersama 9 orang teman lainnya.

Selain itu rupanya seorang lagi apes, Fitria asal Jembrer yang baru sehari tiba di Jembrana harus berurusan dengan tim Yustisia .

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Jembrana, Ir. I Ketut Wiratma mengambil sikap tegas, “ Kita harus tetap berlakukan perda kalau sudah melanggar aturan kependudukan dan terjaring seperti ini kita akan diproses sesuai BAP dan di teruskan ke persidangan tipiring”.ujarnya.

Sekalipun demikan diharapkan para pengguna jasa tenaga kerja dari luar Jembrana agar dapat mematuhi apa yang menjadi persyaratan bagi penduduk pendatang yang akan bepergian maupun menetap sementara hendaknya melengkapi diri minimal dengan surat keterangan lapor diri atau KIPEM.

Wiratma menambahkan, “ini sudah menjadi salah satu tugas pokok dan fungsi kami dalam penegakan Perda tentang kependudukan, “ harapnya

Diakuinya pula keterbatasan personil yang harus bergerak disejumlah titik dalam waktu yang bersamaan, menghimbau kiranya nada atensi dari setiap wilayah baik desa maupun kelurahan agar ikut terlibat dalam mengatasi masalah - masalah sosial seperti ini yang semuanya telah di tuangkan dalam Perdes.

Terkait dengan keterlibatan masyarakat dalam penegakan Perda, kata Wiratma , masyarakat telah banyak memberi andil.” Setiap pelanggran yang terjadi dilapangan tidak sedikit bersumber dari laporan masyarakat, sehingga dengan anggota kami yang terbatas setiap kejadian dapat ditindaklanjuti selain tugas-tugas rutin Satpol PP,”jelasnya.

Wiratma berharap tokoh-tokoh di desa dan desa pekraman untuk selalu menjaga kelestarian kawasan tempat suci terutama yang ada di pesisir pantai.

“Kalau bisa dikawasan tempat suci terutama tempat-tempoat suci dipesisir pantai desa pekraman dapat membuat dan menegakkan awig-awig sehingga kelestarian dari pada kawasan pantai dapat terjaga kelestariaannya..”pungkasnya.

(Agus Arr// Humas Jembrana)

[ Kembali ]
Berita Lainnya
WABUP ARTHA MENDEM PEDAGINGAN DI PURA DALEM KAYU PUTIH KEDISAN
PEMUDIK GILIMANUK DISUGUHI SOSIALISASI TABUNG ELPIJI
HUT KOTA NEGARA RESMI DITUTUP, BONDRES DWI MEKAR SUKSES KOCOK TAWA PENONTON
PNS Jembrana Gelar Buka Puasa Bersama
Ngaben Massal di Desa Pekraman Melaya Digelar, Peserta juga datang dari Luar Bali


Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini
Posting komentar anda
Nama Lengkap :
E-mail :
Isi Komentar :
captcha image
Info Publik

Program Inovasi

Pojok IT

Investasi
      
      
      

Web Links
 Bursa Kerja    
 mcap Jembrana    
     
     
     
     
     
     

Info Valas & Cuaca

Mata UangJualBeli
USD9,074.008,924.00
SGD6,688.506,679.50
HKD1,158.751,157.15
CHF8,998.508,823.50
GBP13,982.6513,698.65
AUD8,295.358,122.35
JPY109.13106.29
SEK1,246.701,215.50
DKK1,560.001,517.60
CAD8,680.558,493.55
EUR11,537.9011,319.90
SAR2,429.502,371.50
8-Sep-2010 / 10:26 WIB


Statistik Situs
Visitors :183024 Org
Hits : 1006391 hits
Month : 4045 Users
Today : 218 Users
Online : 10 Users