• bg2
  • bg2
    Mekepung

    Tradisi Mekepung adalah sebuah atraksi balapan sepasang kerbau khas Bali dan hanya satu-satunya di Kabupaten Jembrana.

  • bg4
    Jegog

    Merupakan gambelan (alat musik) yang terbuat dari pohon bambu berukuran besar yang dibentuk sehingga menjadi alat musik bambu yang suaranya sangat merdu

  • bg6
    Pura Jagat Natha,

    sebagai lokasi dari Kebun Raya Jagatnatha yang akan dibangun dengan konsep tematik

  • bg6
    Jalak Bali (Leucopsar rothschildi)

    Burung pengicau dari suku Sturnidae. Hanya ditemukan di hutan Bali Barat dan merupakan satu-satunya spesies endemik Bali.

  • bg3
    Mekepung

    Tradisi Mekepung adalah sebuah atraksi balapan sepasang kerbau khas Bali dan hanya satu-satunya di Kabupaten Jembrana.

Membangun Jembrana dari Desa dan Kelurahan

Bersama Masyarakat Lanjutkan Pembangunan Jembrana

Sedot APBD Rp. 2,3 M Lebih, Sirkuit Mekepung Di Pantau Bupati Artha

14 Nov 2017 - Posted by: humas (dilihat 17 kali)

Pemkab. Jembrana telah mengalokasikan anggaran yang bersumber dari APBD Jembrana tahun 2017 sebesar Rp. 2,3 milayar lebih. Anggaran sebesar itu di peruntukkan untuk pengerjaan sirkuit mekepung yang ada di Kelurahan Sangkaragung kecamatan Jembrana berupa pemadatan (pengerasan) lintasan sepanjang 1070 meter dengan lebar 6 meter.

Agar proyek yang dikoordinir oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Jembrana itu tidak menimbulkan permasalahan dikemudian hari , Bupati I Putu Artha, Senin(13/11) melakukan pemantauan dengan menyisir disepanjang sirkuit. Didampingi Kadis Kebudayaan, I Nengah Alit, Camat Jembrana dan Lurah Sangkaragung dan Kadis PU, I Wayan Darwin, Bupati I Putu Artha minta agar proyek yang menelan anggaran cukup besar itu dikerjakan sesuai gambar dan standar. “Saya minta kepada rekanan yang mengerjakan sirkuit ini dalam pengerjaannya itu agar selalu mengikuti gambar yang ada dan standar yang telah ditentukan. Dari hulu sampai ke hilir sirkuit ketebalan pemadatan harus sama. Jika ketebalannya itu 40 cm, saya minta harus ditepati. Jangan sampai ada disepanjang sirkuit ada yang sampai ketebalan pengurukan itu kurang dari 40 cm, “ujar Bupati Artha.

Kepada Kadis Kebudayaan, Bupati Artha juga minta, selain secara kuntinue melakukan pengawasan juga melakukan monitoring sebelum batas waktu pengerjaan selesai, “Awasi dan monotor terus pengerjaan sirkuit ini terutama dalam pengerjaan pemadatan itu. Saya tidak ingin pengerjaan ada yang tidak sesuai standar. Untuk itu, awasi dan monitor terus sebelum pengerjaan itu berakhir sampai bulan desember depan, “tegasnya.
Sementara Kadis Pariwisata dan Kebudayaan , I Nengah Alit disela-sela pemantauan itu mengatakan, proyek pemadatan itu merupakan pengerjaan tahan kedua setelah pemadatan jalan tahun 2016 lalu. Pihaknya juga mengaku, kalau dalam pemadatan untuk tahun 2017 akan dilakukan dalam 3 tahapan pengerjaan, “Ini pengerjaan tahap kedua. Tahap pertama tahun 2016 lalu kita garap pemadatan lokasi yang masih rawa-rawa. Untuk tahun ini(2017) kita kerjakan dengan pemadatan dengan menggunakan 3 jenis material yakni, pemadatan pertama menggunakan baru kapur yang kita datangkan dari Bukit-Badung, tahap kedua kita padatkan lintasan itu dengan menggunakan tanah pilihan dan pemadatan ketiga menggunakan pasir. Setiap pemadatan itu ada standarnya, untuk batu kapur dengan ketebalan 40 cm, tanah pilihan 15 cm dan pemadatan ketiga menggunakan pasir dengan ketebalan 10 cm, “ujarnya.

Terkait batas waktu pengerjaan, nengah Alit menegaskan, rekanan diberikan rentang waktu sampai pada bulan desember 2017, “Pemadatan tahap kedua tahun 2017 ini akan di deanline pada bulan Desember depan. Arinya, dengan rampungnya pengerjaan selama 3 kali pemadatan sesuai standar, sirkuit ini sudah layak digunakan oleh sekaa mekepung. Namun untuk inpra struktur penunjang lainnya akan digarap pada tahun anggaran 2018, seperti tribun, senderan termasuk pengerjaan jalan alternatif yang digunakan untuk memperlancar keluar dan masuknya para sekaa mekepung saat event berlangsung, “tegasnya(eka/hmsj).

Kembali

Posting Komentar
**
Berita Lainnya
Pejabat Eselon III Jembrana Berebut Jadi "Pemimpin"
Buka Rakor Kepegawaian, Wabup Ingatkan Masalah "Klasik" Pegawai
WABUP KEMBANG : HARAPKAN SEMUA GANG DI KOTA NEGARA DI TATA ASRI
Dukung Ekowisata, Bupati Artha Lepas Liarkan Curik Bali
PARIPURNA DPRD, EKSEKUTIF AJUKAN TIGA RANPERDA
Jembrana Borong Penghargaan di Bidang Kesehatan
Sedot APBD Rp. 2,3 M Lebih, Sirkuit Mekepung Di Pantau Bupati Artha

Berita SKPD


transparansi



Pesan Singkat

transparansi

rencana

realisasi

kinerja

evaluasi

 
Web Links
border='0'
border='0'
border='0'
border='0'
border='0'