• bg2
  • bg2
    Mekepung

    Tradisi Mekepung adalah sebuah atraksi balapan sepasang kerbau khas Bali dan hanya satu-satunya di Kabupaten Jembrana.

  • bg4
    Jegog

    Merupakan gambelan (alat musik) yang terbuat dari pohon bambu berukuran besar yang dibentuk sehingga menjadi alat musik bambu yang suaranya sangat merdu

  • bg6
    Pura Jagat Natha,

    sebagai lokasi dari Kebun Raya Jagatnatha yang akan dibangun dengan konsep tematik

  • bg6
    Jalak Bali (Leucopsar rothschildi)

    Burung pengicau dari suku Sturnidae. Hanya ditemukan di hutan Bali Barat dan merupakan satu-satunya spesies endemik Bali.

  • bg3
    Mekepung

    Tradisi Mekepung adalah sebuah atraksi balapan sepasang kerbau khas Bali dan hanya satu-satunya di Kabupaten Jembrana.

Membangun Jembrana dari Desa dan Kelurahan

Bersama Masyarakat Lanjutkan Pembangunan Jembrana

Mekepung Lampit Kembali Digelar

28 Nov 2017 - Posted by: humas (dilihat 51 kali)

Pagelaran balap Kerbau (Mekepung) khas Kabupaten Jembrana di tutup hari ini (26/11) dengan event yang bertajuk Lomba Mekepung Lampit 2017 yang diselenggarakan di Subak Tegal Wangi Kaliakah Negara. Event balap kerbau selama setahun tersebut menggelar 8 eksebisi, 2 piala bergengsi Bupati Cup dan Jembrana Cup dan diakhiri dengan Lomba Mekepung Lampit.


Berbeda dengan mekepung di darat yang menggunakan kereta, mekepung lampit menggunakan lampit (bajak sawah) dan dilaksanakan di persawahan basah. Turut hadir pada kesempatan tersebut, Bupati Jembrana I Putu Artha, Sekda Made Sudiada, Kepala – Kepala OPD Pemkab Jembrana, Ratusan fotografer dalam dan luar Bali, serta ribuan penonton dan wisatawan asing.


Bupati Artha mengatakan event mekepung merupakan atraksi budaya masyarakat Jembrana yang agraris, yang sudah semestinya di lestarikan. “Kita ingin tradisi ini tetap dilestarikan khususnya pada generasi muda agar mereka juga tahu atraksi budaya Jembrana” kata Artha. Artha berharap dengan event seperti lomba mekepung lampit ini bisa makin memperkuat lestarinya atraksi budaya ini.


Artha menambahkan selain mekepung lampit, mekepung di darat akan diadakan eksebisi secara rutin mingguan di Anjungan Cerdas Jalan Nasional. “Di Anjungan Cerdas tersebut sudah dibangun sirkuit mekepung permanen. Harapannya wisatawan yang lewat di Jembrana bisa mampir dan menyaksikan mekepung secara rutin. Itu salah satu upaya kita agar mekepung tetap lestari” imbuhnya.


Sementara itu Koordinator Mekepung Jembrana Made Mare mengatakan jumlah peserta Mekepung Lampit kali ini bertambah, jika tahun lalu berjumlah 27 peserta untuk tahun ini bertambah menjadi 38 peserta. Hadiah yang disiapkan Juara 1 Rp. 5 Juta, Juara 2 Rp. 4 Juta, Juara 3 Rp. 3 Juta, Juara Harapan 1 Rp. 2 Juta dan Harapan 2 Rp. 1 Juta. Mare mengucapkan terima kasihnya kepada media dan fotografer yang hadir untuk meramaikan event ini. “Mudah mudahan dengan kehadiran media dan fotografer bisa mempromosikan Mekepung Lampit lebih baik” imbuhnya.


Mario Blanco, seniman lukis dan fotografer asal Ubud mengatakan, mekepung lampit ini sangatlah unik dari segi foto, cipratan airnya sangat menarik untuk diambil. “Saya sudah memotret berbagai atraksi budaya, mekepung lampit inilah yang paling unik. Hanya ada satu di Jembrana Bali bahkan di dunia” kata Mario.


Untuk juara 1 dimenangkan Ngurah Kecap, juara 2 Rajawali, juara 3 Bondol Mas, Juara Harapan 1 India Parwata, dan Harapan 2 Wiring Kuning.

Kembali

Posting Komentar
**
Berita Lainnya
Temui Warga Miskin, Bupati Artha Janjikan Bedah Rumah
Desa Pergung Dinilai Tim Propinsi Bali, Pameran Industri Laris Manis
Mekepung Lampit Kembali Digelar
Sambut Hut Korpri, Pejabat Jembrana Libas Wartawan
TANGGUL MERTASARI JEBOL PEMKAB, TNI DAN WARGA KEROYOKAN PERBAIKI TANGGUL
Pejabat Eselon III Jembrana Berebut Jadi "Pemimpin"
Buka Rakor Kepegawaian, Wabup Ingatkan Masalah "Klasik" Pegawai

Berita SKPD


transparansi



Pesan Singkat

 
Web Links
border='0'
border='0'
border='0'
border='0'
border='0'