• bg2
  • bg2
    Mekepung

    Tradisi Mekepung adalah sebuah atraksi balapan sepasang kerbau khas Bali dan hanya satu-satunya di Kabupaten Jembrana.

  • bg4
    Jegog

    Merupakan gambelan (alat musik) yang terbuat dari pohon bambu berukuran besar yang dibentuk sehingga menjadi alat musik bambu yang suaranya sangat merdu

  • bg6
    Pura Jagat Natha,

    sebagai lokasi dari Kebun Raya Jagatnatha yang akan dibangun dengan konsep tematik

  • bg6
    Jalak Bali (Leucopsar rothschildi)

    Burung pengicau dari suku Sturnidae. Hanya ditemukan di hutan Bali Barat dan merupakan satu-satunya spesies endemik Bali.

  • bg3
    Mekepung

    Tradisi Mekepung adalah sebuah atraksi balapan sepasang kerbau khas Bali dan hanya satu-satunya di Kabupaten Jembrana.

Membangun Jembrana dari Desa dan Kelurahan

Bersama Masyarakat Lanjutkan Pembangunan Jembrana

BUPATI ARTHA SAMPAIKAN PENDAPAT TERHADAP RANPERDA TENTANG DESA WISATA

10 Apr 2018 - Posted by: humas (dilihat 69 kali)

Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Jembrana di gelar tadi pagi (9/4) di Ruang Sidang Utama DPRD Jembrana. Rapat yang di pimpin oleh Ketua DPRD Jembrana Ketut Sugiasa, dihadiri oleh Bupati Jembrana I Putu Artha, 27 dari 35 anggota dewan (termasuk 3 pimpinan), anggota Forkopimda, Kepala – kepala OPD Pemkab Jembrana. Pada rapat tersebut Bupati Artha menyampaikan Pendapat terhadap Ranperda tentang Desa Wisata.

Menurut Artha, Ranperda tentang Desa Wisata tersebut berhubungan erat dan saling terkait dengan salah satu ranperda yang disampaikan Bupati Artha pada Rapat Paripurna I Masa Persidangan II Tahun Sidang 2017/2018 yaitu Ranperda tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Kabupaten Jembrana Tahun 2018 dan 2032.

Artha mengapresiasi dan memberikan penghargaan setinggi tingginya kepada DPRD Jembrana atas inisiatifnya untuk menyampaikan rancangan perda tersebut pada masa persidangan ini. “Hal ini secara eksplisit menunjukkan bahwa Dewan yang terhormat memiliki komitmen yang kuat untuk menjalankan fungsi legislasi yang diembannya. Disamping itu hal ini merupakan bukti nyata bahwa eksekutif dan legislative memiliki sinergitas dan komitmen memajukan sektor pariwisata Jembrana dengan semangat kolektif dan gotong royong” kata Artha.

Artha meyakini dengan sinergitas dan komitmen ini, kita akan mampu mewujudkan impian untuk menjadikan Kabupaten Jembrana sebagai salah satu daerah tujuan wisata yang diperhitungkan di Bali sejajar dengan daerah – daerah lainnya. “Jika Impian ini terwujud, tentu akan memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat Jembrana. Demi Jembrana, kita harus bersatu, bergotong royong, berjalan beriringan, saling bahu – membahu, dan berkolaborasi layaknya instrument music sehingga akan tercipta kebersamaan dan keterpaduan yang indah untuk mewujudkan cita – cita bersama untuk Jembrana” ujar Artha.

Pada kesempatan tersebut Artha juga menyampaikan perlunya dilakukan penyempurnaan format dan teknik penulisan disesuaikan dengan teknik penyusunan peraturan perundang – undangan sebagaimana diatur pada angka 19 Lampiran II UU no 12 tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang – Undangan. “Disamping itu, sinkronisasi dan kesesuaian pasal perlu disempurnakan. Secara detail, penyempurnaan format, teknik penulisan, dan singkronisasi antar pasal perlu kiranya kita bahas secara lebih intensif” ungkapnya.

Kembali

Posting Komentar
**
Berita Lainnya
Ribuan Benih Ikan Dilepas di Gedung Bung Karno
BUPATI ARTHA SERAHKAN SK HPH DESA
PEJABAT DITUNTUT JADI MARKETING
SINGGAH KE JEMBRANA, BUPATI ARTHA LEPAS KIRAB IVCA.
Narasumber Seminar Keluarga Besar Mahasiswa Hindu, Wabup Kembang Paparkan konsep catur marga
BUPATI ARTHA SAMPAIKAN PENDAPAT TERHADAP RANPERDA TENTANG DESA WISATA
PROGRAM BEDAH RUMAH EFEKTIF TURUNKAN KK MISKIN DI JEMBRANA

Berita OPD


transparansiAkuntabilitas Pemerintah



Pesan Singkat

 
Web Links
border='0'
border='0'
border='0'
border='0'
border='0'