• bg1
  • bg2
  • bg2
    Mekepung

    Tradisi Mekepung adalah sebuah atraksi balapan sepasang kerbau khas Bali dan hanya satu-satunya di Kabupaten Jembrana.

  • bg4
    Jegog

    Merupakan gambelan (alat musik) yang terbuat dari pohon bambu berukuran besar yang dibentuk sehingga menjadi alat musik bambu yang suaranya sangat merdu

  • bg6
    Jalak Bali (Leucopsar rothschildi)

    Burung pengicau dari suku Sturnidae. Hanya ditemukan di hutan Bali Barat dan merupakan satu-satunya spesies endemik Bali.

  • bg3
    Mekepung

    Tradisi Mekepung adalah sebuah atraksi balapan sepasang kerbau khas Bali dan hanya satu-satunya di Kabupaten Jembrana.

Membangun Jembrana dari Desa dan Kelurahan

Bersama Masyarakat Lanjutkan Pembangunan Jembrana

Kantor Desa Pengambengan Diresmikan , Bupati Artha Tagih Pelayanan Ditingkatkan

08 Mei 2018 - Posted by: humas (dilihat 69 kali)

Kantor Desa Pengambengan DiResmikan

Bupati Artha :Tingkatkan Pelayanan



Jembrana- Kantor Desa Pengambangan kecamatan Negara, Senin(7/5) diresmikan oleh Bupati Jembrana I Putu Artha. Peresmian yang ditandai dengan penandatangan prasasti dan pengguntingan pita didampingi Perbekel desa Pengambengan Samsul Anam, para Asisten Setda Jembrana.



Dihadapan para tokoh desa dan ratusan warga masyarakat desa Pengambengan, Bupati I Putu Artha minta, dengan diresmikannya kantor desa pengambengan ini pelayanan akan semakin ditingkatkan. “Kantor desa ini dibangun dengan biaya yang cukup besar. Namun, dengan diresmikannya kantor desa ini saya harapkan dapat dijadikan sebagai wahana untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Jangan sebaliknya, kantor desa yang telah dilengkapi dengan berbagai sarana dan prasara yang jauh lebih bagus saat ini justru semangat aparat dan perangkat desanya mengendur, “ungkapnya.



Selain anggaran cukup besar yang telah dipergunan untuk pembangunan kantor desa, Bupati I Putu Artha juga mengaku, kalau desa Pengambengan juga dalam tahun 2018 ini mengelola anggaran berupa APBDesa cukup besar, baik yang bersumber dari anggaran Pemerintah Pusat, Propinsi maupun Kabupaten. “Tahun 2018 ini, desa Pengambengan mengelolan anggaran sekitar Rp. 3, 6 milyar lebih. Saya tidak ingin dalam merealisasikannya nanti ada yang tidak tepat sasaran dan tepat guna. Untuk itu saya harapkan, setiap menggunakan anggaran itu harus disertai dengan tanda bukti dan pertanggungjawaban yang tepat, “tegasnya.

Kepada Perbekel desa Pengambengan, Bupati Atha juga mengingatkan, agar Badan Usaha Milik Desa(BUMDes) lebih diberdayakan. “Pak Kepala desa saya harapkan lebih memberdayakan BUMDes. Hal ini disebabkan anggaran yang dikelola di desa cukup besar. Namun demikian, BUMDesa saya minta untuk proaktif memfasilitasi kepentingan masyarakat. Bila perlu jika ada anggaran yang lebih di desa agar diberikan kepada BUMDes sehingga perputaran ekonomi secara total ada di desa itu sendiri“ harapnya.



Sementara Perbekel deswa Pengambengan, Samsul Anam mengatakan, total anggaran yang dihabiskan dalam pembangunan kantor desa Pengembengan mencapai Rp. 800 juta lebih. “Kantor desa ini dikerjakan secara bertahap sejak tahun 2014 dengan anggaran bersumber dari ADD, BHP, BHR dan bantuan dari Kabupaten. Tahap pertama menghabiskan anggaran sebesar Rp. 429. 879.000,000 dan tahap kedua dikerjakan tahun 2016 dengan anggaran sebesar Rp. 455.908.000,000. Total anggaran yang dihabiskan sebesar Rp. 885.787.000,000”pungkasnya (eka/hmsj).



Kembali

Posting Komentar
**
Berita Lainnya
RAPAT TIM TERPADU PENANGANAN KONFLIK SOSIAL BUPATI ARTHA : PENGAMANAN PASCA AKSI TEROR DAN JELANG HARI RAYA HARUS LEBIH INTENSIF.
Kunjungan kerja Di Desa Berangbang Dan Desa Kaliakah , Bupati Artha Minta Jaga Keamanan
SERAHKAN SANTUNAN KORPRI, BUPATI ARTHA AJAK TINGKATKAN KONTRIBUSI
APEL PERINGATAN HARKITNAS KE 110, BUPATI ARTHA BERTINDAK SEBAGAI INSPEKTUR
Sikapi Aksi Terorisme, Bupati Artha Imbau Agar Masyarakat Tetap Tenang dan Jaga Kerukunan Beragama
LOMBA BURUNG BERKICAU SEBAGAI DAYA TARIK WISATA
BUKA RAKERCAB PRAMUKA KWARCAB JEMBRANA, WABUP KEMBANG : PRAMUKA HARUS MENGASYIKKAN.

Berita OPD


transparansiAkuntabilitas Pemerintah



Pesan Singkat

 
Web Links
border='0'
border='0'
border='0'
border='0'