• bg1
  • bg1
    Kantor Bupati Jembrana

    Jl. Surapati No 1 Kec. Jembrana Kab. Jembrana Prov. Bali. Telp. (0365) 41210 Fax: (0365) 41010

  • bg2
  • bg2
    Mekepung

    Tradisi Mekepung adalah sebuah atraksi balapan sepasang kerbau khas Bali dan hanya satu-satunya di Kabupaten Jembrana.

  • bg4
    Jegog

    Merupakan gambelan (alat musik) yang terbuat dari pohon bambu berukuran besar yang dibentuk sehingga menjadi alat musik bambu yang suaranya sangat merdu

  • bg6
    Pura Jagat Natha,

    sebagai lokasi dari Kebun Raya Jagatnatha yang akan dibangun dengan konsep tematik

  • bg6
    Jalak Bali (Leucopsar rothschildi)

    Burung pengicau dari suku Sturnidae. Hanya ditemukan di hutan Bali Barat dan merupakan satu-satunya spesies endemik Bali.

  • bg3
    Mekepung

    Tradisi Mekepung adalah sebuah atraksi balapan sepasang kerbau khas Bali dan hanya satu-satunya di Kabupaten Jembrana.

Membangun Jembrana dari Desa dan Kelurahan

Bersama Masyarakat Lanjutkan Pembangunan Jembrana

3.   IZIN UNDANG-UNDANG GANGGUAN ( HO )

  1. Perda No. 4 Tahun 1991 tentang Pemberian Izin Undang–Undang   Gangguan ( HO ).

Setiap orang atau Badan Hukum yang mengadakan kegiatan usaha dengan menggunakan tempat atau ruang tertentu di daerah; yang kegiatan usahanya termasuk dalam 20  ( dua puluh ) jenis usaha sebagaimana terinci dalam pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Gangguan  ( HO ) Stbl. Tahun 1926 jo Stbl. Tahun 1940 Nomor 14 dan 450 diwajibkan memiliki Izin Undang-Undang Gangguan             ( HO ), sebagai berikut :

  1. yang di dalamnya terdapat alat yang dijalankan dengan tenaga uap atau dengan tenaga gas, demikian juga yang dijalankan dengan motor listrik dan bangunan-bangunan tempat bekerja lain yang padanya dipergunakan tenaga uap atau gas yang bertekanan tinggi;
  2. yang disediakan untuk pembuatan dan penyimpanan mesiu dan bahan - bahan lain yang mudah meletus, di antaranya termasuk juga pabrik-pabrik dan tempat-tempat penyimpanan kembang api ( petasan atau mercon );
  3. yang digunakan untuk pembuatan bahan-bahan kimia, di antaranya termasuk juga pabrik-pabrik geretan;
  4. yang digunakan untuk memperoleh, mengolah dan menyimpan hasil pengolahan yang mudah habis ( menguap );
  5. yang digunakan untuk penyulingan tanpa memakai air, bahan-bahan yang berasal dari tanaman-tanaman atau binatang-binatang dan untuk pengolahan hasil yang diperoleh dari perbuatan itu, termasuk juga di dalamnya pabrik-pabrik gas;
  6. yang digunakan untuk membuat lemak dan damar;
  7. yang digunakan untuk menyimpan dan mengolah ampas ( bungkil atau sampah );
  8. tempat-tempat membikin mout ( kecambah-kecambah dari pelbagai jenis jelai dan kacang ), tempat-tempat membuat bibit, pembakaran, penyulingan, pabrik spiritus dan cuka, dan penyaringan, pabrik tepung dan pembuatan roti, demikian pula pabrik setrup buah-buahan;
  9. tempat-tempat pemotongan hewan, perkulitan, tempat pengolahan isi perut hewan, penjemuran, pengasapan ( penyalaian ) dan pengasinan benda-benda yang berasal dari binatang, demikian pula penyamakan kulit;
  10. pabrik-pabrik porselin dan tembikar ( keramik ), pembakaran-pembakaran batu, genteng, ubin dan tegel, tempat membuat barang-barang kaca, pembakaran kapur karang dan kapur batu dan tempat menghancurkan kapur;
  11. peleburan logam, penuangan, pertukangan besi, pemukulan logam, tempat mencanai logam, pertukangan tembaga dan kaleng dan pembuatan ketel;
  12. penggilingan batu, tempat penggergajian kayu dan pengilangan minyak;
  13. galangan kapal, pemahatan batu dan penggergajian kayu, pembuatan penggilingan, dan pembuatan kereta, pembuatan tahang dan tempat tukang kayu;
  14. penyewaan kereta dan pemerahan susu;
  15. tempat latihan menembak;
  16. ruang tempat menggantungkan daun-daun tembakau;
  17. pabrik singkong;
  18. pabrik guna mengerjakan rubber, karet, getah perca atau benda-benda yang  mengandung karet;
  19. ruang kapuk, pembatikan;
  20. warung-warung dalam bangunan yang tetap; demikian pula segala pendirian-pendirian yang lain, yang dapat mengakibatkan bahaya, kerugian atau gangguan.

Persyaratan :
Mengajukan permohonan dengan mengisi formulir ;
1.     Permohonan Izin Undang-Undang Gangguan ( HO ).
2.     Surat Pernyataan Tidak Berkeberatan dari Penyanding.
Melampirkan :

  1. Copy Izin Prinsip.
  2. Copy IMB.
  3. Copy NPWP.
  4. Copy KTP.
  5. Copy Sertifikat/Akta/Pipil.
  6. Sketsa tempat usaha.

-     Copy Izin HO lama ( bagi pendaftaran ulang ).
                               
Obyek Retribusi :

  1. Obyek retribusi Izin Undang-Undang Gangguan ( HO ) adalah pemberian izin tempat usaha/kegiatan kepada orang pribadi atau badan yang dapat menimbulkan ancaman bahaya, kerugian dan/atau gangguan, termasuk pengawasan dan pengendalian kegiatan usaha secara terus menerus untuk mencegah terjadinya gangguan ketertiban, keselamatan, atau kesehatan umum, memelihara ketertiban lingkungan, dan memenuhi norma keselamatan dan kesehatan kerja.
  2. Tidak termasuk obyek retribusi adalah tempat usaha / kegiatan yang telah ditentukan oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah.

Masa berlaku izin HO :
Izin HO berlaku selama usaha masih berjalan, dengan ketentuan dilakukan pendaftaran ulang setiap 5 ( lima ) tahun sekali dalam rangka pengendalian dan pengawasan.

 

Kembali

Berita SKPD

...

Kegiatan fasilitasi peningkatan kapasitas mitra kerja dan stakehokder dalam implemtasi peogram KKBPK dan uji petik ... selengkapnya...

Posted: 28 Apr 2017 by ppkb (dilihat 12097 kali)




Pesan Singkat

transparansi

rencana

realisasi

kinerja

evaluasi

 
Web Links