• bg1
  • bg1
    Kantor Bupati Jembrana

    Jl. Surapati No 1 Kec. Jembrana Kab. Jembrana Prov. Bali. Telp. (0365) 41210 Fax: (0365) 41010

  • bg2
  • bg2
    Mekepung

    Tradisi Mekepung adalah sebuah atraksi balapan sepasang kerbau khas Bali dan hanya satu-satunya di Kabupaten Jembrana.

  • bg4
    Jegog

    Merupakan gambelan (alat musik) yang terbuat dari pohon bambu berukuran besar yang dibentuk sehingga menjadi alat musik bambu yang suaranya sangat merdu

  • bg6
    Pura Jagat Natha,

    sebagai lokasi dari Kebun Raya Jagatnatha yang akan dibangun dengan konsep tematik

  • bg6
    Jalak Bali (Leucopsar rothschildi)

    Burung pengicau dari suku Sturnidae. Hanya ditemukan di hutan Bali Barat dan merupakan satu-satunya spesies endemik Bali.

  • bg3
    Mekepung

    Tradisi Mekepung adalah sebuah atraksi balapan sepasang kerbau khas Bali dan hanya satu-satunya di Kabupaten Jembrana.

Membangun Jembrana dari Desa dan Kelurahan

Bersama Masyarakat Lanjutkan Pembangunan Jembrana

36.  IZIN KLINIK
  • Permenkes No. 028 / Menkes /  Per / I / 2011 tentang Klinik.

Klinik adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan yang menyediakan pelayanan medis dasar dan/atau spesialistik, diselenggarakan oleh lebih dari satu jenis tenaga kesehatan dan dipimpin oleh seorang tenaga medis ( dokter, dokter spesialis, dokter gigi atau dokter gigi spesialis ).

Tenaga kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan/atau keterampilan melalui pendidikan dibidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan.

Berdasarkan jenis pelayanannya, klinik dibagi menjadi :
1.     Klinik Pratama ;

  • menyelenggarakan pelayanan medik dasar.
  • tenaga medis minimal 2 (dua) orang dokter dan/atau dokter gigi.

2.     Klinik Utama ;

  • menyelenggarakan pelayanan medik spesialistik atau pelayanan medik dasar dan spesialistik.
  • tenaga medis terdiri dari 1 (satu) orang dokter spesialis dari masing-masing spesialisasi sesuai jenis pelayanan yang diberikan.
  • dapat mempekerjakan dokter dan/atau dokter gigi sebagai tenaga pelaksana pelayanan medis.

Kedua jenis klinik tersebut dapat mengkhususkan pelayanan pada satu bidang tertentu berdasarkan disiplin ilmu, golongan umur, organ atau jenis penyakit tertentu. Pedoman penyelengaraannya ditetapkan oleh Menteri.

Klinik menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang bersifat promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif yang dilaksanakan dalam bentuk ; rawat jalan ( one day care ), rawat inap ( home care ).
Bagi klinik yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan 24 jam harus menyediakan dokter serta tenaga kesehatan lain sesuai kebutuhan yang setiap saat berada ditempat.

Kepemilikan Klinik Pratama yang menyelenggarakan rawat jalan dapat secara perorangan atau berbentuk badan usaha.
Kepemilikan Klinik Pratama dan Klinik Utama yang menyelenggarakan rawat inap harus berbentuk badan usaha.

Klinik harus memenuhi persyaratan lokasi, bangunan dan ruangan, prasarana, peralatan dan ketenagaan.
Lokasi klinik harus sesuai dengan tata ruang wilayah, dan pemerintah daerah mengatur persebaran klinik diwilayahnya dengan memperhatikan kebutuhan pelayanan berdasarkan rasio jumlah penduduk, kecuali untuk klinik perusahaan atau klinik instansi pemerintah tertentu yang hanya melayani karyawan perusahaan atau pegawai instansi pemerintah tersebut.

Klinik diselenggrakan pada bangunan permanen dan tidak bergabung dengan tempat tinggal atau unit kerja lain, dan harus memenuhi persyaratan lingkungan sehat.
Bangunan harus memperhatikan fungsi, keamanan, kenyamanan dan kemudahan dalam pemberian pelayanan serta perlindungan dan keselamatan bagi semua orang termasuk penyandang cacat, anak-anak dan orang usia lanjut.

Bangunan dan Sarana Klinik :

Bangunan Klinik paling sedikit terdiri atas :

  1. Ruang pendaftaran / ruang tunggu.
  2. Ruang konsultasi dokter.
  3. Ruang administrasi.
  4. Ruang tindakan
  5. Ruang farmasi
  6. Kamar mandi/wc.
  7. Ruangan lainnya sesuai kebutuhan pelayanan.

Sarana Klinik meliputi :

  1. instalasi air.
  2. Instalasi listrik.
  3. Instalasi sirkulasi udara.
  4. Sarana pengelolaan limbah.
  5. Pencegahan dan penanggulangan kebakaran.
  6. Ambulance untuk klinik yang menyelenggarakan rawat inap.
  7. Sarana lainnya sesuai kebutuhan.

Setiap tenaga medis yang berpraktik di klinik harus mempunyai  Surat Tanda Registrasi ( STR ) dan Surat Izin Praktek ( SIP ).
Setiap tenaga kesehatan lain yang bekerja di klinik harus mempunyai surat izin sebagai tanda registrasi/surat tanda registrasi dan Surat Izin Kerja ( SIK ) atau Surat Izin Praktek Apoteker ( SIPA ).
Klinik dilarang mempekerjakan tenaga kesehatan warga negara asing.

Klinik yang menyelenggarakan rawat inap harus menyediakan :

  1. Ruang rawat inap yang memenuhi persyaratan.
  2. Tempat tidur pasien minimal 5 (lima) dan maksimal 10 ( sepuluh ).
  3. Tenaga medis dan keperawatan yang sesuai jumlah dan kualifikasinya.
  4. Tenaga gizi, tenaga analis kesehatan, tenaga kefarmasian dan tenaga kesehatan dan/atau non kesehatan lain sesuai kebutuhan.
  5. Dapur gizi.
  6. Pelayanan laboratorium Klinik Pratama.

Pelayanan rawat inap hanya dapat dilakukan maksimal 5 (lima ) hari.

Persyaratan :
Mengajukan surat permohonan, melampirkan :

  1. Surat Rekomendasi dari Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Kab. Jembrana.
  2. Copy pendirian Badan Usaha kecuali untuk kepemilikan perorangan.
  3. Identitas lengkap pemohon.
  4. Surat keterangan persetujuan lokasi dari Pemerintah Kabupaten Jembrana ( copy Persetujuan Prinsip )
  5. Bukti hak kepemilikan atau penggunaan tanah atau izin penggunaan bangunan untuk penyelenggaraan kegiatan bagi milik pribadi atau surat kontrak minimal selama 5 (lima) tahun bagi yang menyewa bangunan untuk penyelenggaraan kegiatan. ( copy Sertifikat lahan, copy IMB ).
  6. Dokumen UKL – UPL.
  7. Profil klinik yang didirikan meliputi struktur organisasi kepengurusan, tenaga kesehatan, sarana dan prasarana, dan peralatan serta pelayanan yang diberikan
  8. Persyaratan administrasi lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang – undangan.

Masa berlaku izin :

Izin Klinik berlaku 5 (lima) tahun dan dapat diperpanjang dengan mengajukan perpanjangan 6 (enam) bulan sebelum habis masa berlaku izinnya.

BALAI PENGOBATAN

Balai Pengobatan adalah tempat untuk memberikan pelayanan medik dasar secara rawat jalan.

Persyaratan :
Mengajukan permohonan dengan mengisi formulir Izin Balai Pengobatan / BKIA, melampirkan ;

  1. Copy Persetujuan Prinsip.
  2. Copy Akta Yayasan yang sudah dilegalisir ( bila pemohon adalah           Yayasan ).
  3. Rekomendasi pengalaman kerja dibidang kesehatan oleh atasannya ( bila pemohon adalah perorangan ).
  4. Copy izin gangguan ( HO ).
  5. Copy Izin Mendirikan Bangunan ( IMB ).
  6. Penanggung jawab adalah dokter umum dilengkapi
    • Copy KTP.
    • Copy Izasah.
    • Copy Surat Penugasan (SP), Surat Izin Praktik ( SIP) dan Persetujuan Tempat Praktik di lokasi bersangkutan.
    • Surat Pernyataan Kesanggupan menjadi Penanggung Jawab.
    • Rekomendasi Organisasi Profesi.
    • Rekomendasi dari atasannya, bila bersangkutan PNS.
  7. Dilaksanakan minimal 3 orang dokter, masing-masing dilengkapi dengan :
  8. Copy KTP.
  9. Copy Izasah.
  10. Copy Surat Penugasan (SP), Surat Izin Praktik (SIP) dan Persetujuan Tempat Praktik di lokasi bersangkutan.
  11. Rekomendasi dari atasannya, bila bersangkutan PNS.
  12. Struktur organisasi dan daftar ketenagaan.
  13. Daftar inventaris alat.

Ketentuan lainnya :

  1. Rancangan papan nama.
    • Pemberian nama dapat diambil dari nama yang berjasa dalam bidang kesehatan yang telah meninggal atau nama yang sesuai dengan fungsinya.
    • Ukuran papan nama maksimal 1 x 1,5 m
    • Tulisan huruf balok warna hitam dasar putih.
    • Pemasangan papan nama pada tempat yang mudah dan jelas terbaca oleh masyarakat.
    • Nama-nama dokternya dan jadwalnya pada praktik berkelompok dipasang diruang tunggu pasien.
  2. Rencana tata ruang
    • Minimal mempunyai 1 ruang periksa, 1 ruang administrasi kegiatan lain sesuai kebutuhan, 1 ruang tunggu dan kamar mandi / WC
    • Setiap ruangan seperti tersebut diatas mempunyai luas minimal 2 x 3 m2
    • Semua ruang mempunyai ventilasi dan penerangan pencahayaan yang cukup.
  3. Lokasi
    • mempunyai surat izin usaha dari Bupati
    • Tidak berdekatan dengan lokasi bentuk pelayanan yang sejenisnya dan juga sesuai dengan fungsi sosialnya yang salahsatu fungsinya adalah mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
  4. Hak Guna Pakai
    • Mempunyai surat pemilikan pembangunan ( surat hak milik, surat hak guna pakai )
    • Mempunyai surat hak guna pakai ( surat kontrak bangunan ) minimal 3 tahun.

RUMAH BERSALIN  ( RB )

Rumah Bersalin adalah tempat penyelenggaraan kebidanan bagi wanita hamil bersalin dan masa nifas fisiologi termasuk pelayanan Keluarga Berencana serta perawatan bayi baru lahir.

Persyaratan :
Mengajukan permohonan dengan mengisi formulir Izin Rumah Bersalin, melampirkan :

  1. Copy Persetujuan Prinsip.
  2. Copy Akte Yayasan yang sudah dilegalisir,( bila pemohon adalah              yayasan )
  3. Rekomendasi pengalaman kerja dibidang kesehatan oleh atasannya ( bila pemohon adalah perorangan )
  4. Copy Izin Gangguan ( HO ).
  5. Copy Izin Mendirikan Bangunan ( IMB ).
  6. Penanggungjawab adalah dokter umum, dilengkapi
    • Copy KTP
    • Copy Ijasah yang telah dilegalisir.
    • Copy surat penugasan (SP) Surat Izin Praktik (SIP) dan Persetujuan Tempat Praktik dilokasi bersangkutan.
    • Surat pernyataan kesanggupan menjadi penanggung jawab.
    • Rekomendasi organisasi profesi.
    • Rekomendasi dari atasannya bila bersangkutan PNS.
  7. Pemimpin adalah paramedis ( bidan ) dilengkapi dengan
    • Copy KTP.
    • Copy Izasah yang telah dilegalisir.
    • Surat pernyataan kesanggupan menjadi penanggung jawab.
    • Rekomendasi organisasi profesi.
    • Rekomendasi dari atasannya, bila bersangkutan PNS.
  8. Struktur organisasi dan daftar ketenagaan.
  9. Daftar inventaris alat.

Ketentuan lainnya :

  1. Apabila kegiatan pelayanan kesehatan dilaksanakan 24 jam, kebutuhan tenaga minimal.
  2. Tenaga dokter umum : 3 orang termasuk penanggung jawab dan dilengkapi dengan surat izin praktik di lokasi BKIA bersangkutan.
  3. Tenaga para medis ( bidan ) 4 orang termasuk pimpinan.
  4. Papan nama.
    • Pemberian nama dapat diambil dari nama yang berjasa dalam bidang kesehatan yang telah meninggal atau nama yang sesuai dengan fungsinya.
    • Ukuran papan nama maksimal 1 x 1,5 m
    • Tulisan huruf balok warna hitam dasar putih.
    • Pemasangan papan nama pada tempat yang mudah dan jelas terbaca oleh masyarakat.
  5. Rencana tata ruang
    • Minimal mempunyai 1 ruang periksa, 1 ruang administrasi kegiatan lain sesuai kebutuhan, 1 ruang tunggu dan kamar mandi / WC
    • Setiap ruangan seperti tersebut diatas mempunyai luas minimal 2 x 3 m2
    • Semua ruang mempunyai ventilasi dan penerangan pencahayaan yang cukup.
  6. Lokasi : Tidak berdekatan dengan lokasi bentuk pelayanan yang sejenisnya dan juga sesuai dengan fungsi sosialnya yang salah satu fungsinya adalah mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
    • Hak Guna Pakai
    • Mempunyai surat pemilikan pembangunan ( surat hak milik, surat hak guna pakai )
    • Mempunyai surat hak guna pakai ( surat kontrak bangunan ) minimal 3 ( tiga ) tahun.

Masa berlaku izin : 
Masa berlaku Surat Izin Balai Pengobatan / RB / BKIA selama 5 ( lima ) tahun.

 

Kembali

Berita SKPD

...

Kegiatan fasilitasi peningkatan kapasitas mitra kerja dan stakehokder dalam implemtasi peogram KKBPK dan uji petik ... selengkapnya...

Posted: 28 Apr 2017 by ppkb (dilihat 12097 kali)




Pesan Singkat

transparansi

rencana

realisasi

kinerja

evaluasi

 
Web Links